Bakti Sosial dan Yasintanar di Desa Taman, Pembersatu Kolaborasi Bersama Komisi IV DPRD Bondowoso
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Komunitas PEMBERSATU (Pemuda Bersatu untuk Bondowoso) kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya gotong royong melalui kegiatan bakti sosial yang dipadukan dengan rutinan Yasintanar (Yasin, Tahlil, dan Sholawat Nariyah) di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, pada Jumat (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi yang menjadi nilai utama komunitas.
Sejak sore hari, anggota komunitas bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember Membangun Desa (UMD) menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan selimut kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan secara langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang memerlukan uluran tangan.
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso Fraksi PKB, A. Mansur, S.H.I., M.H., yang ikut menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Kehadiran wakil rakyat dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan terhadap gerakan sosial yang digagas oleh kalangan pemuda.
Usai penyaluran bantuan, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan pembacaan Yasin, Tahlil, dan Sholawat Nariyah. Doa bersama itu dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar masyarakat Bondowoso senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemajuan.
Ketua Komunitas PEMBERSATU, Muhammad Rafi Sofyan Putra, S.Pd., CPS., mengatakan bahwa komunitasnya ingin menanamkan kepedulian sosial yang berjalan beriringan dengan penguatan spiritual.
"Kegiatan bakti sosial dan rutinan Yasintanar ini bertujuan untuk melatih kesadaran sosial dan spiritual. Inilah ruh Komunitas PEMBERSATU, yakni selalu bahagia bermanfaat bagi orang lain," katanya saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Menurut Rafi, semangat gotong royong harus terus dipupuk melalui aksi nyata yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dengan cara itu, budaya saling membantu dapat terus tumbuh di tengah kehidupan sosial.
Kegiatan tersebut juga melibatkan lima mahasiswa KKN Universitas Jember Membangun Desa (UMD) Desa Taman. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas dalam menjalankan kegiatan sosial.
Secara keseluruhan, kegiatan diikuti sekitar 20 anggota Komunitas PEMBERSATU, lima mahasiswa KKN UMD, serta Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso. Kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat tumbuh melalui kolaborasi berbagai elemen tanpa memandang latar belakang.
Menutup kegiatan, Rafi menegaskan bahwa PEMBERSATU akan terus menjaga konsistensi dalam menghadirkan kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Kami percaya perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama. PEMBERSATU akan terus membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi unsur legislatif, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha hingga kelompok masyarakat. Harapan kami, dari kolaborasi ini akan lahir lebih banyak gerakan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Bondowoso," ujarnya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (18/7/2026) tersebut, PEMBERSATU ingin menunjukkan bahwa semangat gotong royong tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan, tetapi juga melalui penguatan nilai spiritual dan kolaborasi antarelemen masyarakat. Komitmen itu diharapkan terus melahirkan gerakan-gerakan sosial yang berkelanjutan demi mendukung terwujudnya Bondowoso yang peduli, religius, dan sejahtera. (Rif)