Zulhas Siap Fasilitasi Rokok 88 Bondowoso Masuk Ritel Modern Nasional
Mumbai
Ahmedabad
Foto: Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat mengunjungi pabrik rokok 88, Sabtu (18/7/2026). (Tim Redaksi Jaringan Kita)
Tamanan, (JaringanKita.Id) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menyatakan siap memfasilitasi produk rokok milik CV Suud 88 Grup agar dapat masuk ke jaringan ritel modern nasional. Komitmen itu disampaikan saat mengunjungi Pabrik Rokok 88 di Desa Sumberkemuning, Kecamatan Tamanan, Bondowoso, Sabtu (18/7/2026).
Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan mengapresiasi kontribusi perusahaan tersebut terhadap penerimaan negara melalui pembayaran cukai dan pajak. Menurutnya, industri rokok skala menengah juga berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk memasarkan produknya di jaringan ritel modern.
"Di sini ada Pabrik Rokok 88 ya. Bagus sekali. Bayar pajaknya banyak sekali. Harus minta diperlakukan dengan baik oleh semua retail modern. Jangan sampai hanya pabrik yang besar saja," ujar Zulkifli Hasan.
Ia menegaskan akan membantu mempertemukan pihak CV Suud 88 Grup dengan pengelola ritel modern agar produknya mendapat akses pemasaran yang lebih luas.
"Nanti saya akan membantu memfasilitasi 88 agar bisa masuk ke mana-mana. Pak Rahmatullah nanti saya undang ke Jakarta untuk saya pertemukan dengan retail modern agar diperlakukan dengan layak dan bisa masuk juga ke sana," katanya.
Foto: Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat mengunjungi pabrik rokok 88, Sabtu (18/7/2026). (Tim Redaksi Jaringan Kita)
Saat ditanya mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Zulkifli Hasan menyebut program tersebut dijadwalkan mulai diluncurkan pada September 2026.
Sementara itu, Owner CV Suud 88 Grup, H. Rahmatullah, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan Menko Pangan. Menurutnya, bantuan membuka akses ke ritel modern nasional menjadi kebutuhan utama perusahaan untuk memperluas pasar.
"Perusahaan kami ini tergolong menengah. Kami ingin produk ini bisa lebih luas pemasarannya sehingga bisa menambah pemasukan negara lebih besar," ujarnya.
Selama ini, pemasaran produk Rokok 88 masih didominasi wilayah Tapal Kuda, meliputi Bondowoso, Jember, Situbondo, sebagian Banyuwangi, serta sebagian kecil Lumajang.
Rahmatullah berharap produknya dapat menembus jaringan ritel nasional seperti Indomaret dan Alfamart. Menurutnya, perluasan distribusi akan meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara.
Ia juga menyambut positif rencana produk Rokok 88 dipasarkan melalui jaringan KDKMP yang akan segera diluncurkan pemerintah.
"Kalau nanti bisa masuk ke retail KDKMP kami juga menyambut baik. Di sana pasti jualnya lebih murah sehingga bisa lebih terjangkau bagi masyarakat," pungkasnya. (dw)
Tags:
ekonomi