ZoyaPatel

Di Balik 44 Lembaga Penerima MBG, Ada Semangat Deky Zulkarnain dan Tim Distribusi SPPG Kalianyar Tamanan

Mumbai

Foto : Deky, Sopir MBG SPPG Kalianyar Tamanan saat menjalankan tugas



*BONDOWOSO/JARINGANKITA* — Di balik ribuan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tiba tepat waktu di sekolah dan posyandu, ada kerja keras tim distribusi yang bergerak sejak subuh. Salah satunya Deky Zulkarnain sopir dan pendistribusi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Setiap hari Deky memikul tanggung jawab besar: mengantarkan MBG sejumlah 1332 porsi ke 18 lembaga pendidikan ditambah 4 titik layanan B3 atau pos, sehingga total ada 22 lokasi yang harus disinggahi.

Tugas itu ia bagi menjadi dua rute. Rute pertama diberangkatkan pukul 06.30 WIB untuk menjangkau sekolah-sekolah yang memulai kegiatan lebih pagi. Sementara rute kedua berangkat pukul 09.20 WIB untuk lembaga dan pos yang jadwalnya lebih siang.

“Berangkat jam 06.30 untuk rute 1, jam 09.20 untuk rute 2. Total yang kita antar ada 22 titik, 18 lembaga dan 4 pos B3,” kata Deky saat ditemui di dapur SPPG Kalianyar Tamanan, Jumat (14/8/2026).

Dalam menjalankan tugasnya, Deky tidak sendirian. Ia didampingi helper atau kernet Yan Reza. Mereka menjadi garda terdepan memastikan ompreng berisi menu MBG sampai dalam kondisi aman, higienis, dan tidak terlambat.

Meski rute yang dilalui cukup panjang dan beban kerja terbilang berat, semangat Deky tidak pernah surut. Baginya, ketepatan waktu adalah kunci utama agar manfaat MBG benar-benar dirasakan penerima.

“Tanggung jawabnya besar. Bagaimana caranya setiap porsi MBG bisa sampai ke penerima manfaat harus tepat waktu. Kalau telat, anak-anak jadi nunggu. Itu yang saya jaga,” ujarnya.

Kepala SPPG Kalianyar Tamanan, Muhammad Subhan, juga mengapresiasi dedikasi tim distribusi. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan dari dapur, tetapi juga dari kelancaran distribusi di lapangan.

“Tim distribusi ini nadi nya MBG. Tanpa mereka, makanan sebagus apapun tidak akan sampai. Deky, Yan Reza, Hariyanto dan Sugik, ini contoh yang selalu semangat meski rutenya padat,” kata Subhan.

Dengan pola dua rute dan 44 titik sebaran setiap hari, SPPG Kalianyar Tamanan memastikan MBG menjangkau lebih banyak penerima, mulai dari PAUD, SD, hingga posyandu di wilayah Tamanan dan sekitarnya.

Bagi Deky, menjadi sopir MBG bukan sekadar mengantar makanan. Ada rasa tanggung jawab moral agar anak-anak dan balita bisa makan bergizi tepat waktu setiap hari.

“Selama saya kuat dan kendaraannya sehat, saya jalan. Ini untuk anak-anak kita,” pungkasnya.

Dengan semangat seperti Deky dan timnya, program MBG di Bondowoso diharapkan terus berjalan lancar, tepat sasaran, dan tepat waktu. (budhi)
Ahmedabad