Dapur SPPG Kademangan 1 Rutin Uji Kualitas Air dan Makanan untuk Jaga Keamanan Pangan
Mumbai
Ahmedabad
Foto: Petugas puskesmas Kademangan saat pengambilan sampel air yang ada di dapur SPPG kademangan 1
Bondowoso/JaringanKita. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 terus memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga. Salah satunya dengan melakukan pengujian sampel air yang digunakan dalam aktivitas dapur.
Pengujian tersebut dilakukan bersama Puskesmas Kademangan sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan dapur SPPG.
Firda, perwakilan Puskesmas Kademangan, mengatakan pengujian dilakukan untuk memastikan air yang digunakan di dapur SPPG memenuhi persyaratan kesehatan.
" Untuk SPPG Kademangan 1 ini kan merupakan dapur pertama kali yang buka di Kademangan. SLHS sudah pernah diuji makanannya tahun lalu untuk pengurusan SLHS dan hasilnya bagus," kata Firda Usain melakukan cek air, Kamis (13/2026).
Menurut dia, pengawasan terhadap dapur SPPG tidak hanya dilakukan saat pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemeriksaan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan standar keamanan pangan tetap dipertahankan.
Dalam pemeriksaan rutin tersebut, sejumlah sampel dapat diuji, mulai dari makanan, Ompreng, air hingga peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Sementara untuk kualitas air, pengujian dilakukan secara berkala, termasuk sekitar enam bulan sekali sebagai bentuk kontrol.
Firda menjelaskan, pemeriksaan kualitas air mencakup dua aspek utama, yakni mikrobiologi dan kimia. Pemeriksaan mikrobiologi dilakukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri seperti E. coli serta total koliform.
Sementara dari sisi kimia, parameter yang diperiksa antara lain nitrat dan nitrit, mangan, besi, fluorida, serta kandungan kaporit. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan air yang digunakan aman untuk mendukung aktivitas pengolahan makanan.
Dapur SPPG Kademangan 1 sendiri telah menggunakan sistem filtrasi air sejak tahun sebelumnya. Menurut Firda, penggunaan filtrasi tetap dilakukan meskipun hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan kualitas air yang baik.
" Kalau belum sesuai syarat harus pakai filtrasi. Mereka ini sudah pakai filtrasi dari tahun kemarin. Meskipun hasilnya sudah bagus, tetap pakai filtrasi untuk jaga-jaga," ujarnya.
Hasil pemeriksaan sampel air yang dilakukan kali ini belum dapat diketahui pada hari yang sama. Firda menyebut proses pengujian membutuhkan waktu beberapa hari dan hasilnya biasanya baru dapat diketahui sekitar satu minggu.
Pemeriksaan berkala tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga standar dapur SPPG Kademangan 1, terutama karena air menjadi salah satu komponen yang bersentuhan langsung dengan proses pengolahan makanan.
" Dengan pengawasan rutin dan penggunaan sistem filtrasi, kualitas air diharapkan tetap terjaga sehingga makanan yang diproduksi untuk penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan, " Pungkasnya. (Eko)
Tags:
Uji Lab Air