ZoyaPatel

Noe Letto Soroti Kopi Bondowoso, Kualitas Kuat Belum Cukup Tanpa Dukungan Ekosistem

Mumbai
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Festival Kopi dan Tembakau Bondowoso tak hanya menjadi panggung promosi produk lokal. Kehadiran vokalis Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe, turut memberi sorotan terhadap potensi kopi Bondowoso dan pekerjaan rumah yang perlu diperkuat di balik komoditas tersebut.

Noe menyempatkan diri mengunjungi stan-stan kopi di Alun-alun Bondowoso. Ia berdiskusi dengan pelaku kopi sekaligus mencicipi sejumlah varian, termasuk kopi yang diperkenalkan sebagai kopi endemik Indonesia.

Menurut Noe, setiap kopi memiliki karakter rasa yang berbeda dan menarik. Karena itu, penilaian terhadap kopi pada akhirnya sangat bergantung pada selera penikmatnya.

"Macam-macam kopi yang bisa dicoba dan menarik semuanya. Tinggal urusan selera," ujar Noe dalam agenda Diskusi Senja.

Dari beberapa kopi yang dicicipinya, salah satu varian memberikan kesan cukup kuat. Noe menyebut rasa kopi tersebut pekat, tetapi tetap nyaman ketika diminum.

"Saya salah satunya mencoba yang tadi itu, yang endemik kopi, endemik Indonesia. Sepertinya impress saya, tertarik banget," katanya.
Namun, Noe melihat tantangan pengembangan kopi Bondowoso berada pada aspek yang lebih luas. Menurutnya, komoditas yang telah memiliki kualitas harus ditopang sistem pendukung agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Kalau bicara kuatnya sebuah komoditi, itu didukung oleh ekosistemnya. Ada ekosistem legal, finansial, koneksi, kampanye dan seterusnya," jelasnya.

Ia menilai penguatan ekosistem menjadi kunci agar kopi Bondowoso tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga mampu memiliki posisi yang lebih kuat secara ekonomi dan pasar.

"Saya harapkan ekosistemnya itu diperkuat, karena kopinya sudah kuat. Jadi bahan dasar yang sudah kuat akan jadi jauh lebih kuat kalau ekosistemnya diperkuat," tuturnya.

Noe sendiri mengaku bukan orang yang terbiasa mendeskripsikan kopi menggunakan istilah teknis. Namun, pengalaman mencicipi kopi Bondowoso membuatnya melihat adanya karakter yang menarik dari produk tersebut.

Di sela kunjungannya, Noe juga tampil menghibur masyarakat dengan membawakan sejumlah lagu Letto. Kehadirannya turut menambah semarak Festival Kopi dan Tembakau yang berlangsung di kawasan Alun-alun Bondowoso.

Pesan yang dibawa Noe cukup sederhana: kopi Bondowoso sudah memiliki modal berupa kualitas, tetapi untuk benar-benar melangkah lebih jauh, kualitas tersebut harus diikuti penguatan ekosistem yang menopangnya. (Rif)
Ahmedabad