Kadin Dorong Potensi Usaha Warga Nahdliyin Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
Mumbai
Bondowoso/JaringanKita. Potensi usaha produktif yang dijalankan warga Nahdlatul Ulama (NU) dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ahmedabad
Foto: Gus Kikin (Kiri) bersama Ali Hasan Mun'im (kanan) saat bersilaturahmi di rumah pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang
Wakil Komite Tetap Fiskal Pembiayaan Perumahan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) RI, Ali Hasan Mun'im, mengatakan potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi antara organisasi keumatan dengan dunia usaha.
Menurutnya, warga Nahdliyin memiliki basis masyarakat yang luas dan banyak di antaranya menjalankan berbagai usaha produktif. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mendorong usaha masyarakat agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.
"NU adalah ormas paling besar di Indonesia. Tentu jamaahnya banyak yang mempunyai usaha-usaha produktif. Itu merupakan kewajiban Kadin untuk bersinergi dengan NU dalam hal berkontribusi terhadap pembangunan nasional," kata Ali Hasan.
Ia menjelaskan, sinergi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses pembiayaan, penguatan jaringan bisnis hingga perluasan pasar.
Menurut Ali, penguatan pelaku usaha di tingkat masyarakat penting dilakukan agar aktivitas ekonomi tidak hanya berjalan secara individual, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem usaha yang saling terhubung.
"Kadin tentu mempunyai kewajiban untuk mewujudkan dunia usaha nasional yang kuat, berdaya cipta dan berdaya saing tinggi dalam rangka memperkuat perekonomian nasional," ujarnya.
Ia menilai NU memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam upaya tersebut. Dengan jumlah warga yang besar serta keberadaan pesantren dan berbagai komunitas usaha, NU dinilai mempunyai basis yang kuat untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.
Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 juga dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap sektor ekonomi umat.
Gus Kikin secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat anggota AHWA.
Sebelum ditetapkan, Gus Kikin menjadi calon dengan perolehan suara terbanyak dalam penjaringan Ketua Umum PBNU. Dari 2.397 suara yang masuk, Gus Kikin memperoleh 472 suara dan berada di posisi teratas.
Ali Hasan menilai Gus Kikin memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin organisasi besar seperti NU. Selain memiliki latar belakang pesantren, Gus Kikin juga mempunyai pengalaman profesional sebelum kemudian menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
"Menurut saya Gus Kikin adalah orang yang tepat menakhodai organisasi besar seperti NU. Beliau memiliki pengalaman profesional dan juga memahami dunia pesantren serta organisasi," katanya.
Ia berharap kepemimpinan Gus Kikin ke depan dapat turut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara NU dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi, perubahan sosial dan perkembangan kebutuhan pasar.
" Tantangan NU ke depan meliputi adaptasi era digital, pergeseran demografi kelas menengah dan perubahan sosial, serta kemandirian ekonomi umat," ujarnya.
Ali berharap sinergi antara Kadin dan NU nantinya tidak hanya berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha warga Nahdliyin.
Ia menilai semakin kuatnya usaha masyarakat akan ikut memperbesar kontribusi ekonomi umat sekaligus mendukung penguatan perekonomian nasional.(*)
Tags:
KADIN RI