Demi Keamanan Makanan, Begini Driver SPPG Badean 2 Menjaga MBG Tetap Aman
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO — Perjalanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 menuju sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan sebelum diterima siswa.
Karena itu, driver tidak sekadar bertugas mengantarkan makanan. Mereka harus memastikan kendaraan layak jalan, kondisi fisik prima, jumlah porsi sesuai manifest, serta makanan tetap aman selama perjalanan.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengatakan kelayakan kendaraan menjadi prioritas sebelum distribusi dimulai.
"Yang paling utama itu kelayakan kendaraan harus menjadi prioritas. Keadaannya harus bersih, mesin dalam keadaan normal, rem mobil juga normal. Baru kemudian kondisi driver diperhatikan, dalam keadaan sakit atau tidak," kata Yulia.
Pemeriksaan kendaraan dilakukan menggunakan skema POWER, yakni Petrol, Oil, Water, Electrical, dan Rubber.
Petrol untuk memastikan bahan bakar mencukupi. Oil memastikan oli mesin berada dalam batas normal. Kemudian Water meliputi pemeriksaan air radiator dan wiper.
Sedangkan Electrical mencakup fungsi aki, lampu dan klakson. Sementara Rubber memastikan kondisi ban tidak gundul dan tekanan anginnya sesuai.
Driver juga memastikan kelengkapan darurat seperti ban serep dan dongkrak tersedia. Selain itu, daftar distribusi dicocokkan dengan muatan yang dibawa, termasuk memastikan kebersihan kabin dan box makanan.
Tak hanya kendaraan, kondisi driver turut diperiksa. Driver harus sehat, tidak sakit, tidak mengantuk dan tidak mengalami kelelahan. Kelengkapan administrasi pribadi maupun administrasi SPPG juga menjadi bagian pemeriksaan.
Sebelum berangkat, driver mendapatkan briefing secara berkala maupun harian. Materinya antara lain keamanan dan keselamatan di lingkungan sekolah, titik bongkar muat, hingga rute alternatif apabila terjadi kendala seperti karnaval atau kemacetan parah.
Briefing harian juga menekankan ketepatan waktu, kesesuaian jumlah porsi dengan manifest sekolah, serta cara berkendara yang stabil agar makanan tidak tumpah, rusak maupun berubah bentuk.
Dalam menjaga keamanan makanan selama perjalanan, SPPG Badean 2 berpegang pada rules of four hours yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Selain kebersihan kendaraan, petugas distribusi, dan lamanya perjalanan pengiriman, kami juga mengedukasi penerima manfaat MBG untuk memahami rules of four hours tersebut," ujarnya.
Setibanya di sekolah, driver melakukan pengecekan berita acara, menghitung jumlah paket yang dikirim, serta menginformasikan porsi khusus bagi siswa yang memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu.
Setelah distribusi selesai, driver kembali ke SPPG. Mereka memiliki jeda sekitar satu hingga dua jam sebelum kembali melakukan penjemputan wadah kosong.
Dalam jeda tersebut, driver melaporkan kejadian khusus selama perjalanan atau informasi dari pihak sekolah kepada staf SPPG. Kendaraan kemudian dibersihkan dan dipastikan siap digunakan untuk membawa pulang wadah kosong.
Untuk pengembalian ompreng, PIC masing-masing sekolah menyerahkan wadah kosong yang kemudian dihitung dan dicek ulang oleh driver. Setelah jumlah lengkap, wadah dimuat dan dibawa kembali ke SPPG.
Jika terjadi kendala di perjalanan, seperti kemacetan atau kendaraan bermasalah, driver diwajibkan menepi di lokasi aman. Kondisi kendaraan dan keamanan muatan kemudian diperiksa sebelum driver menghubungi kepala dapur atau asisten lapangan untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Keamanan muatan, kendaraan dan driver wajib diperhatikan, mengingat aturan empat jam masih berlangsung," jelas Yulia.
Seluruh proses distribusi juga berada dalam pengawasan kepala SPPG dan asisten lapangan untuk memastikan prosedur berjalan sesuai standar operasional.
Menurut Yulia, hal terpenting yang harus dimiliki driver bukan hanya keterampilan mengemudi, tetapi juga disiplin dan integritas.
"Pemahaman jenis pekerjaan ini adalah untuk membangun masa depan bangsa dan negara menjadi lebih baik. Oleh karena itu dibutuhkan disiplin dan integritas yang tinggi untuk melaksanakannya," tegasnya.
Ia berharap seluruh petugas SPPG, khususnya driver, konsisten mematuhi aturan dan standar operasional. Dengan demikian, kualitas dan keamanan MBG dapat tetap terjaga sejak keluar dari dapur hingga diterima siswa.