ZoyaPatel

SPPG Taman Krocok Terapkan Tahapan Berlapis untuk Jaga Kebersihan Ompreng MBG

Mumbai
Bondowoso, (JaringanKita.Id) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, menerapkan sejumlah tahapan dalam proses pencucian ompreng yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Asisten Lapangan SPPG Taman Krocok, Syukron, mengatakan proses pencucian tidak dilakukan secara langsung dengan sabun. Ompreng terlebih dahulu diperiksa dan dibersihkan dari sisa makanan yang masih tertinggal.

"Setelah proses pencucian, ada beberapa tahapan. Sebelum mencuci, biasanya kami memilah sampah makanan yang masih berada di dalam ompreng dan dibersihkan terlebih dahulu," kata Syukron.

Setelah sisa makanan dibersihkan, ompreng kemudian direndam dalam air panas. Selanjutnya, ompreng dicuci menggunakan sabun atau deterjen sebelum dibilas.

Tahapan berikutnya, ompreng kembali direndam menggunakan air panas yang baru. Menurut Syukron, proses tersebut dilakukan untuk membantu menghilangkan sisa sabun dan minyak yang masih menempel.

"Setelah itu dibilas kembali, kemudian dimasukkan ke oven. Setelah dari oven, baru di-wrapping. Itu tahapannya," ujarnya.

Syukron menjelaskan, proses pengovenan berlangsung sekitar 30 menit. Karena kapasitas oven yang cukup besar, petugas tetap melakukan pengecekan terhadap ompreng satu per satu untuk memastikan kondisinya sudah benar-benar kering.

"Ketika dioven itu dicek, kering atau belum. Dicek satu per satu. Kalau sudah kering, langsung di-wrapping," jelasnya.

Wrapping dilakukan setelah ompreng selesai melalui proses pencucian dan pengeringan. Menurut Syukron, langkah tersebut merupakan upaya menjaga ompreng tetap higienis sebelum kembali digunakan.

"Tujuan utama ompreng di-wrapping itu supaya steril, terhindar dari bakteri dan segala macam," katanya.

Syukron menyebut tidak ada SOP khusus yang secara spesifik mengatur proses wrapping tersebut. Namun, langkah itu dilakukan sebagai inisiatif petugas untuk menjaga kebersihan ompreng setelah melalui proses pencucian dan pengovenan.

"Memang sebenarnya tidak ada SOP khusus terkait wrapping. Itu inisiatif untuk menjaga steril dari apa pun, entah itu hewan, bakteri, dan segala macam," ujarnya.

Dalam proses tersebut, petugas yang menangani pencucian hingga persiapan ompreng merupakan relawan tim cuci. Jumlah ompreng yang diproses setiap hari menyesuaikan dengan jumlah penerima manfaat (PM) yang dilayani SPPG Taman Krocok.

"Jumlah yang dicuci itu sesuai dengan PM kita saat ini, yakni 2.293," kata Syukron.

Ia menambahkan, sejauh ini proses tersebut berjalan tanpa kendala berarti. Pihaknya juga belum menerima komplain terkait ompreng yang belum kering ketika digunakan kembali.

"Alhamdulillah selama ini tidak ada kejadian terkait komplain ompreng belum kering, karena ketika mengoven itu dicek kering atau belum. Dicek satu per satu," pungkasnya. (dw)
Ahmedabad