ZoyaPatel

PIAUD Universitas At-Taqwa Perkuat Arah Pendidikan Ramah Anak Berbasis Kearifan Lokal

Mumbai
Bondowoso, (JaringanKita.Id) — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Universitas At-Taqwa Bondowoso menegaskan arah pengembangan akademiknya melalui penguatan visi dan misi program studi. Hal tersebut menjadi salah satu materi utama yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Program Studi pada 5 September 2026.

Materi disampaikan Kepala Program Studi PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso, Kurnia Astutik, M.Pd. Dalam pemaparannya, mahasiswa baru diajak memahami bahwa memasuki dunia PIAUD bukan hanya tentang belajar menjadi seorang guru, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi bagian dari proses pembentukan generasi sejak usia dini.

Kurnia menjelaskan bahwa visi PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso diarahkan untuk menjadi program studi unggul dalam mengembangkan pembelajaran ramah anak melalui kearifan lokal yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah pada tahun 2029.

Visi tersebut menjadi pijakan dalam seluruh proses akademik di PIAUD. Konsep pembelajaran ramah anak ditempatkan sebagai bagian penting karena anak usia dini membutuhkan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.

Menurut Kurnia, menjadi pendidik anak usia dini membutuhkan pemahaman yang utuh terhadap karakter anak. Pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus memahami perkembangan anak, membangun komunikasi yang baik, serta mampu menciptakan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kearifan Lokal Jadi Bagian dari Pembelajaran

Selain pembelajaran ramah anak, kearifan lokal menjadi salah satu identitas yang ingin diperkuat dalam pengembangan PIAUD.

Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar bagi anak. Budaya, tradisi, permainan, bahasa, lingkungan sosial, hingga nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak.

Pendekatan tersebut membuat pendidikan tidak terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Anak dapat belajar mengenal lingkungannya sekaligus memahami nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Bagi PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso, kearifan lokal juga menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan modern dengan nilai-nilai keislaman dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami metode pembelajaran anak usia dini, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya tempat anak tumbuh.

Empat Misi Menjadi Arah Pengembangan

Dalam pengenalan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan empat bidang utama yang menjadi bagian dari misi PIAUD.

Pertama, pendidikan dan pengajaran. PIAUD mengembangkan pembelajaran yang ramah anak melalui kearifan lokal dengan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Kedua, penelitian dan pengembangan. Mahasiswa didorong untuk memiliki kemampuan melakukan penelitian dan mengembangkan ilmu pendidikan anak usia dini, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran yang aman, inklusif, dan berkebinekaan.

Ketiga, pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dipersiapkan agar mampu membawa pengetahuan yang diperoleh di kampus untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam penguatan pendidikan anak usia dini.

Keempat, kerja sama dan kemitraan. PIAUD membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi program studi.

Empat misi tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan mahasiswa PIAUD tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Mahasiswa juga diarahkan untuk memiliki pengalaman penelitian, pengabdian, serta kemampuan membangun jejaring dan kemitraan.

Profil Lulusan Dipersiapkan Lebih Luas

Kurnia juga menjelaskan bahwa PIAUD tidak membatasi orientasi lulusannya hanya sebagai guru.

Mahasiswa dipersiapkan memiliki peluang untuk menjadi pendidik PAUD Islami, pengembang program PAUD, peneliti pendidikan anak usia dini, praktisi pengabdian masyarakat, serta konsultan dan fasilitator PAUD.

Profil tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan anak usia dini membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang beragam.

Seorang lulusan PIAUD diharapkan mampu mengajar sekaligus memahami perkembangan anak, menyusun program pendidikan, melakukan penelitian, terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, hingga menjadi fasilitator dalam pengembangan lembaga PAUD.

Menanamkan Nilai Sejak Awal Perkuliahan

Pengenalan visi dan misi kepada mahasiswa baru menjadi penting karena sejak awal mahasiswa perlu mengetahui arah yang hendak dicapai selama menempuh pendidikan di PIAUD.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan sejumlah mata kuliah, tetapi juga membangun kompetensi dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan anak usia dini.

Dalam konteks tersebut, nilai ramah anak, kearifan lokal, keislaman, inklusivitas, penelitian, pengabdian, dan kolaborasi menjadi bagian yang saling berkaitan.

Kurnia juga membawa pengalaman praktis dari dunia pendidikan anak. Sebelum dipercaya sebagai Kaprodi PIAUD, ia pernah menjabat sebagai Kepala TK At-Taqwa Bondowoso, lembaga yang berada dalam satu yayasan dengan Universitas At-Taqwa Bondowoso.

Pengalaman tersebut menjadi perspektif tambahan dalam memahami bagaimana konsep pendidikan anak diterapkan dalam praktik. Kini, pengalaman tersebut berada dalam ruang akademik untuk ikut mengembangkan calon pendidik dan praktisi PAUD.

Menyiapkan Pendidik yang Tidak Sekadar Mengajar

Arah pengembangan PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso pada akhirnya menempatkan pendidik anak usia dini sebagai profesi yang memiliki tanggung jawab besar.

Pendidik bukan hanya bertugas menyampaikan pengetahuan. Mereka ikut membangun fondasi karakter, membentuk kebiasaan positif, mengenalkan nilai, serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak berkembang secara optimal.

Karena itu, visi dan misi PIAUD menjadi lebih dari sekadar rumusan administratif program studi. Ia menjadi arah yang diharapkan menuntun mahasiswa selama proses pendidikan hingga memasuki dunia pengabdian.

Melalui visi “Mendidik Generasi Rabbani, Berakar pada Kearifan Lokal, Berkontribusi untuk Bangsa,” PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso berupaya menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian penting dalam membangun kualitas generasi mendatang.

Dari kampus, mahasiswa dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat membawa ilmu, keterampilan, nilai, dan kepedulian. Sebab, pendidikan anak usia dini pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana anak belajar hari ini, tetapi tentang manusia seperti apa yang sedang dipersiapkan untuk masa depan. (Rif)
Ahmedabad