Resmikan Kantor Cabang, GP Ansor Bondowoso Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Kader
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Bondowoso resmi memiliki kantor cabang yang diproyeksikan menjadi pusat konsolidasi organisasi sekaligus rumah kader untuk memperkuat gerakan Ansor di Kabupaten Bondowoso.
Peresmian kantor PC GP Ansor Bondowoso yang berlokasi di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah NU, badan otonom NU, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Bondowoso, serta sejumlah tamu undangan. Di antaranya Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir dan Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo.
Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Fathorrozi, mengatakan keberadaan kantor tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. Ia mendorong seluruh PAC GP Ansor agar kembali memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting, Satkoryon, maupun Banser di desa.
Menurutnya, kantor cabang tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai fasilitas administratif. Kantor harus menjadi ruang kaderisasi, penyusunan program, konsolidasi, sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Syuriah hingga sahabat-sahabat pengurus PAC GP Ansor se-Kabupaten Bondowoso yang hadir. Kehadiran panjenengan semua adalah bukti bahwa Ansor Bondowoso masih solid, masih bergerak, dan masih istiqomah. Dengan diresmikannya kantor ini, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk berhenti bergerak. Jadikan kantor ini sebagai tempat menempa kader,” ungkap Fathorrozi saat memberikan sambutan.
Ia menilai tantangan sosial yang berkembang saat ini semakin kompleks. Sejumlah persoalan seperti radikalisme, penyalahgunaan narkoba, judi online hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan membutuhkan keterlibatan pemuda yang memiliki komitmen dan militansi dalam kehidupan sosial.
Karena itu, Fathorrozi menegaskan komitmen kader Ansor untuk mengambil peran dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
“Karena tantangan ke depan tidak ringan. Masalah radikalisme, narkoba, judi online, dan lunturnya nilai kebangsaan. Ansor harus ada di garda terdepan untuk menjaga Aswaja, NKRI, dan merawat umat,” terangnya.
Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi penting agar kader Ansor memiliki basis gerakan yang kuat di tengah masyarakat. Konsolidasi hingga tingkat ranting diharapkan dapat membuat keberadaan Ansor semakin dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Peresmian kantor tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ruang bersama bagi kader. Kantor diharapkan dapat digunakan untuk menjalankan berbagai agenda organisasi, mulai dari kaderisasi, rapat dan konsolidasi, hingga penyusunan program kerja yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan peresmian kantor dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan kader.
Fathorrozi mengajak kader Ansor meneladani sifat Rasulullah, khususnya shidiq, amanah, dan tabligh, sebagai nilai yang harus menjadi ruh dalam menjalankan perjuangan organisasi.
Nilai shidiq ditekankan sebagai landasan kejujuran dalam berkhidmat, amanah sebagai prinsip dalam menjaga tanggung jawab organisasi, sedangkan tabligh menjadi spirit untuk menyampaikan kebenaran secara santun.
Dengan diresmikannya kantor cabang tersebut, PC GP Ansor Bondowoso berharap konsolidasi organisasi semakin kuat dan kaderisasi dapat berjalan lebih terarah. Kantor tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberadaan organisasi, tetapi benar-benar menjadi rumah bersama bagi kader untuk belajar, berdiskusi, menyusun gerakan, dan mengabdi kepada masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa GP Ansor Bondowoso ingin terus hadir menghadapi berbagai tantangan sosial sekaligus menjaga nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan di Kabupaten Bondowoso.