ZoyaPatel

Sebelum Antar MBG, Driver SPPG Taman Krocok Bondowoso Wajib Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Kendaraan

Mumbai
Taman Krocok, (JaringanKita.Id) – Proses distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Taman Krocok Bondowoso dilakukan dengan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan makanan sampai kepada penerima dalam kondisi aman dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Taman Krocok Bondowoso, Syukron, mengatakan pemeriksaan dimulai sebelum driver menjalankan tugas distribusi. Salah satunya memastikan kondisi kesehatan driver agar tidak mengalami gangguan yang dapat menghambat proses pengantaran.

“Pertama memastikan kesiapan driver, apakah bisa melakukan distribusi atau tidak. Termasuk memastikan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan,” kata Syukron.

Selain kondisi driver, petugas juga memeriksa kelengkapan perlengkapan alat pelindung diri (APD), surat jalan, hingga jumlah ompreng yang akan dibawa. Jumlah ompreng harus sesuai dengan data yang tercantum dalam surat jalan.

Pemeriksaan kendaraan juga dilakukan, meliputi kondisi kaki-kaki, ban, sistem pengereman hingga bahan bakar. Hal itu dilakukan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak digunakan selama proses distribusi.

Sebelum berangkat, seluruh driver juga mengikuti briefing. Dalam pengarahan tersebut, tim kembali diingatkan agar menjalankan proses distribusi sesuai SOP, terutama terkait higienitas dan sterilisasi makanan serta keselamatan berkendara.

“Yang utama menjaga higienisasi dan sterilisasi makanan serta keselamatan dalam berkendara, sehingga proses distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

Dari sisi kendaraan, kebersihan mobil box juga dipastikan melalui proses sanitasi menggunakan cairan antibakteri. Ompreng yang berisi makanan harus ditutup rapat sebelum dimasukkan ke dalam kendaraan. Setelah seluruh ompreng berada di dalam mobil, pintu box dikunci rapat sebelum kendaraan berangkat.

Setibanya di lembaga penerima, koordinator mengarahkan para siswa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menerima MBG. Setelah itu, siswa diarahkan untuk membaca doa dan menikmati menu yang telah disiapkan.

Setelah seluruh makanan didistribusikan, driver melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Aslap bahwa ompreng telah disalurkan sesuai dengan surat jalan. Sembari menunggu jadwal penjemputan, driver dapat menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat.

Saat melakukan penjemputan, driver kembali melakukan pengecekan jumlah ompreng dari setiap lembaga. Jumlahnya harus sesuai dengan jumlah awal ketika distribusi. Kondisi ompreng juga diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kerusakan.

Syukron menambahkan, setiap kendala selama proses distribusi wajib segera dilaporkan kepada Aslap. Misalnya, ketika terjadi kemacetan yang berpotensi membuat waktu distribusi terlambat.

“Kalau ada kendala seperti macet dan itu berpengaruh terhadap waktu pendistribusian, driver langsung melaporkan kepada Aslap. Kemudian kami memberikan informasi kepada koordinator sekolah yang menjadi tujuan distribusi,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Syukron, tim distribusi tidak hanya bertugas mengantarkan makanan, tetapi juga memastikan seluruh tahapan distribusi berjalan sesuai standar keamanan, kebersihan dan keselamatan.

Untuk memastikan seluruh prosedur dijalankan secara konsisten, tim distribusi SPPG Taman Krocok juga memiliki checklist harian. Checklist tersebut menjadi pedoman sekaligus kontrol terhadap tugas-tugas yang harus dilakukan sebelum, selama, hingga setelah proses distribusi MBG. (dw)
Ahmedabad