Demi Keamanan Pangan, Relawan SPPG Bondowoso Badean 2 Direfresh Kembali SOP
Mumbai
Foto: Sejumlah relawan SPPG Bondowoso Badean 2 mengikuti kegiatan penyuluhan. (SPPG Bondowoso Badean 2)
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Dalam upaya menjaga keamanan pangan dan memastikan kualitas layanan tetap optimal, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 kembali menggelar kegiatan penyuluhan bagi para relawan, Jumat (27/3/2026) kemarin.
Kegiatan ini difokuskan pada penyegaran kembali Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi yang mencakup seluruh tahapan, mulai dari penerimaan bahan makanan, persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, hingga pencucian ompreng.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya rutin untuk memastikan seluruh relawan memiliki pemahaman yang kuat terhadap prosedur yang telah ditetapkan.
Menurutnya, meskipun materi serupa pernah diberikan sebelumnya, pengingatan berkala sangat diperlukan agar tidak terjadi kelalaian dalam pelaksanaan di lapangan.
"Sebenarnya relawan sudah pernah mendapatkan materi ini, hanya saja supaya mengingatkan kembali, makanya kami sering mengadakan kegiatan ini. Konsistensi dalam mengikuti SOP adalah kunci utama untuk menjaga mutu makanan yang disajikan," ujar Yulia.
Lebih lanjut, selain pemaparan mengenai alur SOP, para relawan juga diberikan pemahaman mendalam mengenai keamanan pangan. Materi ini menjadi perhatian utama mengingat pengolahan makanan dalam skala besar memerlukan pengawasan ketat terhadap kebersihan, suhu penyimpanan, hingga potensi kontaminasi yang dapat membahayakan penerima manfaat.
Penyampaian materi dalam penyuluhan tersebut dilakukan langsung oleh seorang ahli gizi. Dengan keahliannya, para relawan mendapatkan penjelasan yang komprehensif dan berbasis ilmu gizi serta standar kesehatan, sehingga tidak hanya sekadar menjalankan prosedur, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap tahapan produksi.
Melalui kegiatan ini, SPPG Bondowoso Badean 2 berharap para relawan dapat terus bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Dengan pemahaman yang segar terhadap SOP dan keamanan pangan, pelayanan gizi bagi masyarakat diharapkan semakin berkualitas dan bebas dari risiko keamanan pangan. (*)