Hangatnya Buka Bareng Relawan dan Mitra SPPG Tamansari, Ngobrol Santai Demi Dapur dan Gizi yang Lebih Berkualitas
Mumbai
BONDOWOSO, Jaringan Kita - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di dapur SPPG Tamansari saat puluhan relawan dan mitra berkumpul dalam agenda buka bersama, Jumat (27/2/2026). Sekitar 50 orang hadir dalam kegiatan yang dikemas sederhana tanpa tausiyah atau kultum. Sebagai gantinya, forum lebih difokuskan pada sharing santai namun bermakna terkait evaluasi dan penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dijalankan. Momen tersebut bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi demi meningkatkan kualitas layanan dapur bagi para penerima manfaat.
Ahmedabad
Kegiatan yang berlangsung di dapur SPPG Tamansari itu menghadirkan relawan dari berbagai divisi, mulai dari tim pengadaan bahan, pengolahan makanan, distribusi, hingga administrasi. Para mitra yang selama ini turut mendukung operasional dapur juga ikut hadir. Dengan suasana lesehan dan penuh keakraban, satu per satu peserta menyampaikan pengalaman, kendala di lapangan, serta gagasan perbaikan. Diskusi mengalir dinamis, menyoroti pentingnya menjaga standar kebersihan, ketepatan waktu distribusi, hingga variasi menu agar kebutuhan gizi penerima MBG tetap terpenuhi secara optimal.
Mitra SPPG Tamansari, Yusuf Kusmantriono, menegaskan bahwa kegiatan buka bersama ini memang sengaja dikonsep sebagai forum evaluasi terbuka. Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat soliditas tim sekaligus memperbaiki sistem kerja. “Kami tidak ingin acara ini hanya seremonial. Justru kami manfaatkan untuk mendengar langsung masukan dari relawan dan tim dapur. Karena kualitas layanan MBG sangat ditentukan oleh kekompakan dan standar kerja yang terus diperbaiki,” ujar Yusuf Selasa (3/3/2026)
Ia menambahkan, pembahasan dalam forum tersebut cukup progresif. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas dapur, mulai dari tata kelola bahan baku, penyimpanan, hingga proses pengolahan agar tetap sesuai standar higienitas. Yusuf menyebut, pihaknya berkomitmen melakukan penataan ulang alur kerja dapur agar lebih efisien dan meminimalkan potensi kesalahan. “Ke depan kami ingin ada SOP yang lebih detail, terutama dalam hal kontrol kualitas makanan sebelum didistribusikan. Ini penting agar makanan yang diterima benar-benar layak, sehat, dan bergizi,” tegasnya.
Selain aspek teknis dapur, forum juga membahas komposisi gizi dalam setiap paket MBG. Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya berkoordinasi dengan tenaga pendamping gizi untuk memastikan keseimbangan karbohidrat, protein, sayur, dan buah tetap terjaga. “Kami sadar bahwa MBG bukan hanya soal kenyang, tetapi soal kualitas asupan. Karena itu, kami ingin memastikan setiap menu memenuhi kebutuhan gizi penerima, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, para relawan juga menyampaikan pentingnya inovasi menu agar tidak monoton. Yusuf menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan rotasi menu secara berkala dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan bahan lokal. “Kami ingin memberdayakan bahan pangan lokal yang segar dan mudah didapat, sehingga kualitas tetap terjaga dan biaya operasional bisa lebih efisien,” jelasnya.
Lebih jauh, Yusuf menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dapur SPPG Tamansari. Ia menilai, dukungan masyarakat dan para mitra harus dibarengi dengan sistem pelaporan yang jelas. “Kepercayaan itu harus dijaga. Maka evaluasi seperti ini akan rutin kami lakukan. Kami ingin SPPG Tamansari menjadi dapur yang profesional, bukan sekadar kegiatan sosial sesaat,” ungkapnya.
Melalui buka bersama yang sarat diskusi tersebut, semangat kolaborasi antara relawan dan mitra semakin menguat. Tanpa panggung formal dan tanpa kultum, kebersamaan justru terasa lebih substansial. Yusuf berharap, soliditas yang terbangun dalam forum itu mampu mendorong peningkatan kualitas dapur dan layanan gizi secara berkelanjutan. “Kami ingin MBG benar-benar memberi dampak nyata. Bukan hanya membantu hari ini, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kualitas gizi masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.