ZoyaPatel

Menjaga Air Tetap Layak Minum, SPPG Kademangan 1 Terapkan Filtrasi Berlapis Hingga Sinar UV

Mumbai
Foto: Petugas dapur SPPG Kademangan 1 saat mengecek dan mengganti filter air

Bondowoso/JaringanKita. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 menerapkan pengelolaan air yang ketat untuk memastikan setiap proses di dapur berjalan higienis dan aman. Air yang digunakan tidak hanya untuk mencuci bahan makanan, tetapi juga hingga tahap pengolahan dan memasak.

Berbeda dari dapur pada umumnya, SPPG Kademangan 1 mengandalkan air bor atau air tanah sebagai sumber utama. Air tersebut dipilih karena dinilai memiliki tingkat kemurnian yang baik dan dapat diolah hingga layak dikonsumsi langsung.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 1, Firmansyah, menjelaskan bahwa air dari dalam tanah tersebut tidak dicampur bahan kimia tambahan dalam proses pengolahannya.

" Air yang kami gunakan berasal dari dalam tanah dan tidak ada bahan campuran apapun, sehingga tetap murni dan aman untuk dikonsumsi," ujar Firmansyah, Rabu (15/4/2026). 

Namun, sebelum digunakan, air tersebut harus melalui beberapa tahapan penyaringan yang dirancang untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Tahapan ini meliputi proses filtrasi berlapis yang berfungsi menyaring kotoran hingga partikel halus yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Pada tahap awal operasional, pengelola bahkan melakukan penggantian saringan filter setiap hari untuk menjaga kualitas air tetap optimal.

Seiring berjalannya waktu dan stabilnya kualitas air, frekuensi penggantian filter kini dilakukan satu kali dalam sepekan.

" Saringan filter kami ganti seminggu sekali, karena kualitas sudah bagus. Di awal kami ganti setiap hari untuk memastikan air tetap bersih dan lolos uji Lab," katanya. 

Selain filtrasi, tahap sterilisasi juga diperkuat dengan penggunaan teknologi sinar ultraviolet (UV) untuk membunuh bakteri yang masih tersisa.
Dengan metode ini, air yang dihasilkan tidak hanya jernih secara fisik, tetapi juga aman secara mikrobiologis.

" Dengan filter ultraviolet, bakteri bisa dimatikan, sehingga air sangat aman dikonsumsi langsung dari kran," tambahnya.

Untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga, pengujian laboratorium dilakukan secara rutin setiap tahun melalui Labkesda dengan fasilitasi puskesmas setempat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kualitas air sekaligus memastikan seluruh proses dapur memenuhi standar kesehatan.

Melalui sistem pengolahan berlapis dan pengawasan berkala, SPPG Kademangan 1 menunjukkan bahwa air tanah pun dapat diolah menjadi air siap minum dengan standar yang terjaga.(Eko) 
Ahmedabad