SPPG Tamansari Intensifkan Sosialisasi MBG 5 Hari, Pastikan Distribusi ke Sekolah Tetap Lancar
Mumbai
BERI PENJELASAN: Aslap SPPG Tamansari saat memberikan penjelasan perihal proses pendistribusian
Ahmedabad
BONDOWOSO, jaringan Kita – Penyesuaian jadwal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari per pekan mulai diterapkan di wilayah Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso.
Kebijakan ini diikuti dengan langkah cepat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat untuk memastikan implementasi berjalan tanpa kendala.
SPPG Tamansari tidak hanya melakukan penyesuaian teknis distribusi, tetapi juga menggencarkan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program. Sosialisasi dilakukan secara langsung agar pihak sekolah memahami perubahan jadwal sekaligus menyiapkan langkah antisipasi.
Kepala SPPG Tamansari, Tegar Mulia Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh lembaga pendidikan di wilayah layanan. Sekolah yang masuk dalam pendistribusian antara lain KB dan TK Alifiya, TK Al-Muhibbin, TK Pembina, TK PGRI 01, KB Sekar Sari, TK Idhata, KB Anggrek, KB Seruni, serta jenjang dasar hingga menengah seperti SDN Tamansari 01, SDN Tamansari 02, SD Alifiya, SMKN 3 Bondowoso, SMK Taruna Husada, dan SMA Muhammadiyah.
“Kami sudah melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah penerima manfaat. Penyesuaian ini merupakan kebijakan nasional, sehingga perlu dipahami bersama agar pelaksanaannya tetap optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi MBG kini difokuskan pada hari Senin hingga Jumat. Sementara itu, bagi sekolah yang masih menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) enam hari, akan ada penyesuaian berupa tambahan menu pada hari Jumat.
“Khusus untuk sekolah yang masih masuk hari Sabtu, kami siasati dengan tambahan menu di hari Jumat. Ini sebagai bentuk dukungan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi,” jelasnya.
Di lapangan, pelaksanaan distribusi MBG oleh SPPG Tamansari berjalan lancar. Menu yang disajikan juga tetap variatif dan bergizi, seperti nasi putih, telur kuah rawon, tempe mendoan, olahan jamur bihun, buah, dan susu.
Pihak sekolah pun mulai menyesuaikan kebijakan internal setelah menerima sosialisasi tersebut. Guru-guru telah menginformasikan kepada siswa agar mempersiapkan kebutuhan konsumsi secara mandiri pada hari Sabtu.
Dengan adanya sosialisasi yang masif, diharapkan tidak terjadi kebingungan di kalangan siswa maupun orang tua. SPPG Tamansari memastikan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan, meski terjadi perubahan skema distribusi.