ZoyaPatel

Pagi Ceria dengan Pecel Telur Ceplok, Menu Favorit MBG di Sukosari Lor.

Mumbai

( Menu Favorit MBG di Sukosari Lor, Selasa 5/5/2026 ) 


Bondowoso, Jaringan kita. Id– Pagi ceria penuh cita rasa khas Jawa terasa di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor, Senin (5/5/2026).

Aroma sambal kacang yang khas berpadu dengan sayuran segar dan telur ceplok hangat menyapa ribuan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menu ayam pecel telur ceplok yang identik dengan kuliner tradisional Jawa ini sukses menghadirkan kehangatan sekaligus kenikmatan sederhana di meja makan para penerima manfaat.

Menu tersebut didistribusikan kepada 2.229 penerima manfaat yang terdiri dari siswa di 27 sekolah serta peserta B3 Posyandu di wilayah layanan SPPG Sukosari Lor.

Kehadiran hidangan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada generasi muda.

Ahli gizi SPPG Sukosari Lor, Ryan Ranata, mengungkapkan bahwa nasi pecel telur ceplok menjadi salah satu menu favorit anak-anak. Perpaduan sayuran segar, sambal kacang khas, serta lauk sederhana dinilai mampu menggugah selera sekaligus memenuhi standar gizi seimbang.

“Kami ingin anak-anak kenal makanan khas Indonesia, khususnya daerah sendiri. Jadi meski dimodifikasi, nilai budaya dan gizinya tetap dipertahankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemilihan menu tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kuliner berbasis kearifan lokal. Di tengah maraknya makanan instan dan modern, pengenalan makanan tradisional menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus pola makan sehat.

Tak hanya dari sisi gizi, respon penerima manfaat pun terbilang sangat positif. Salah satu guru menyampaikan bahwa murid dan tenaga pendidik menyukai menu tersebut karena rasanya yang enak dan familiar di lidah.

Program MBG yang dijalankan SPPG Sukosari Lor juga menjadi ruang eksplorasi kekayaan kuliner Nusantara, khususnya dari Pulau Jawa yang dikenal memiliki ragam hidangan khas.

Selain pecel, berbagai menu seperti rawon dari Jawa Timur, gudeg dari Yogyakarta, hingga soto khas berbagai daerah menjadi inspirasi yang berpotensi dihadirkan dalam menu berikutnya.

Keberagaman kuliner Jawa memang mencerminkan perpaduan cita rasa yang kaya, mulai dari gurih, manis, hingga rempah yang kuat. Setiap daerah memiliki identitas rasa tersendiri yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat nilai budaya dan sejarah.

Ke depan, SPPG Sukosari Lor berkomitmen untuk terus menghadirkan variasi menu khas daerah lainnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan selera makan anak-anak, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap kuliner tradisional Indonesia sejak dini.

“Selanjutnya kami ingin mengolah makanan khas lainnya,” tutup Ranata.

Ahmedabad