ZoyaPatel

PKD XII PMII RBA IAI At-Taqwa Bondowoso Bahas Strategi Pengembangan Organisasi dan Penguatan Ideologi Gerakan

Mumbai
(Foto: Ainur Ridho selaku Moderator foto bersama pemateri Strategi Pengembangan PMII Basis Potensi Akademik Dan Profesi, Muhammad Lutfi, M.Pd)

Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ke-XII yang digelar PK PMII RBA Institut Agama Islam At-Taqwa tidak hanya membahas penguatan ideologi dan paradigma gerakan, tetapi juga menyoroti pentingnya strategi pengembangan organisasi di tengah tantangan zaman.

Materi Strategi Pengembangan PMII disampaikan oleh Mohammad Lutfi pada Sabtu (23/5/2026) di lokasi kegiatan PKD XII di MTs Darussalam Ibrahimy Sumber Kokap, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso.

Dalam pemaparannya, Mohammad Lutfi menjelaskan bahwa strategi pengembangan PMII merupakan bagian penting dalam menjaga arah gerakan organisasi agar tetap terukur, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan kader maupun masyarakat.

Menurutnya, rencana strategis pembinaan dan pengembangan PMII menjadi pedoman besar dalam menentukan arah perjuangan organisasi.

“PMII harus memiliki arah gerakan yang jelas, terstruktur, dan berkelanjutan. Organisasi tidak bisa berjalan tanpa strategi yang matang dalam kaderisasi maupun pengembangan gerakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PMII lahir bukan sekadar sebagai organisasi mahasiswa biasa, melainkan sebagai kekuatan perubahan sosial yang memiliki tanggung jawab terhadap kondisi bangsa dan masyarakat.

Karena itu, kader PMII dituntut mampu melakukan restrukturisasi cara berpikir dan strategi gerakan agar tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.

“PMII harus hadir sebagai penguat ideologi kebangsaan sekaligus menjadi kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam materi tersebut, Mohammad Lutfi juga menekankan pentingnya penguatan ideologi gerakan agar kader PMII memiliki arah perjuangan yang jelas dan tidak kehilangan identitas organisasi.

Menurutnya, ideologi tidak hanya berfungsi sebagai simbol gerakan, tetapi menjadi dasar dalam menentukan sikap, pola pikir, dan tindakan kader dalam menghadapi realitas sosial.

“Ideologi harus mampu mengarahkan kader menuju perubahan sosial yang lebih baik, bukan justru menjadi penghambat gerakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, PMII perlu terus melakukan penguatan kaderisasi baik formal, nonformal, maupun informal agar kader mampu mengisi ruang-ruang strategis di masyarakat.

Pengembangan kapasitas kader, menurutnya, menjadi bagian penting agar PMII tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga mampu melahirkan kader yang intelektual, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Materi tersebut mendapat perhatian serius dari peserta PKD karena membahas arah pengembangan organisasi di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Panitia pelaksana mengatakan materi strategi pengembangan organisasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kader terhadap masa depan PMII.

Panitia juga berharap seluruh peserta mampu menjadikan proses kaderisasi sebagai ruang pembentukan karakter perjuangan dan penguatan intelektualitas kader PMII.

Ahmedabad