ZoyaPatel

SPPG Badean 2 Bondowoso Sajikan Ayam Woku Khas Minahasa untuk 2.560 Penerima MBG

Mumbai
Foto: Porsi besar menu MBG di SPPG Bondowoso Badean 2 berupa ayam woku khas Minahasa. (SPPG Bondowoso Badean 2)



Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 menyajikan menu Ayam Woku khas Minahasa, Sulawesi Utara, kepada 2.560 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (4/5/2026). Menu ini dimodifikasi tanpa rasa pedas agar cocok untuk anak-anak.

Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, menjelaskan Ayam Woku dikenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan segar dari daun kemangi, daun jeruk, serta serai. Namun untuk penerima manfaat usia sekolah, cabe rawit tidak digunakan sama sekali.

“Untuk porsi kecil kami tidak pakai cabe. Porsi besar pakai cabe merah besar saja, bukan cabe rawit, supaya tidak pedas,” kata Yulia saat diwawancara, Selasa (5/5/2026).

Foto: Porsi kecil menu MBG di SPPG Bondowoso Badean 2 berupa ayam woku khas Minahasa. (SPPG Bondowoso Badean 2)

Yulia merinci kandungan gizi dalam satu ompreng MBG kemarin. Untuk porsi kecil, energinya 611,2 kkal dengan protein 27,2 gram, lemak 25,6 gram, dan karbohidrat 60,1 gram. Sementara porsi besar mengandung energi 780 kkal, protein 30,6 gram, lemak 27,8 gram, dan karbohidrat 88,4 gram.

Menu ini diberikan kepada 2.560 penerima manfaat yang terdiri dari siswa 9 sekolah dan peserta di 3 Posyandu wilayah layanan SPPG Badean 2.

Alasan pemilihan Ayam Woku, menurut Yulia, adalah untuk mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara meski rasanya disesuaikan. 

“Kami ingin anak-anak kenal makanan khas Indonesia. Jadi meski dimodifikasi, nilai budaya dan gizinya tetap dipertahankan,” ujarnya.

Respon penerima manfaat pun positif. Salah satu guru menyampaikan bahwa murid dan tenaga pendidik mengaku menyukai menu tersebut karena rasanya enak.

Ke depan, SPPG Badean 2 berencana terus menghadirkan variasi menu khas daerah lain yang belum pernah disajikan. “Selanjutnya kami ingin mengolah makanan khas lainnya, seperti menu khas Bali,” tutup Yulia. (*)
Ahmedabad