ZoyaPatel

As’ad Yahya Syafi’i Dorong Peremajaan Tebu untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Mumbai
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengoptimalkan pengembangan sektor tebu melalui Program Bongkar Ratoon Tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan perkebunan rakyat sekaligus mendukung target swasembada gula yang tengah digalakkan pemerintah.

Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menegaskan bahwa komoditas tebu memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan pertanian daerah. Selain menjadi sumber pendapatan petani, sektor ini juga berkontribusi terhadap penguatan industri gula nasional.

Menurutnya, upaya peningkatan produksi gula harus dibarengi dengan perbaikan kualitas budidaya serta peningkatan produktivitas lahan yang selama ini menjadi sumber bahan baku utama industri pergulaan.

“Kegiatan hari ini adalah langkah nyata Kabupaten Bondowoso dalam mendukung Program Strategis Nasional Pemenuhan Swasembada Gula 2026. Swasembada gula sangat krusial untuk mewujudkan kedaulatan pangan, menekan impor, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Bondowoso memperoleh target pelaksanaan bongkar ratoon dan perluasan areal tebu seluas 2.352 hektare pada tahun 2026.

Program tersebut tidak hanya difokuskan pada penambahan luas tanam, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui peremajaan kebun tebu yang sudah mengalami penurunan hasil panen.

As’ad menilai keberhasilan program membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah, petani, penyuluh pertanian, akademisi, hingga perusahaan gula yang menjadi mitra petani.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pengembangan tebu rakyat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso Mulyadi, S.P., M.M. menjelaskan bahwa kegiatan bongkar ratoon merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu yang telah mengalami penurunan akibat faktor umur.

Menurutnya, peremajaan tanaman memungkinkan petani memperoleh hasil yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas bahan baku yang dibutuhkan pabrik gula.

Hingga 18 Juni 2026, capaian program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu telah mencapai 797,789 hektare atau sekitar 33,92 persen dari target yang ditetapkan.

Meski demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kebutuhan benih unggul, keterbatasan modal usaha petani, serta faktor cuaca yang memengaruhi pola tanam di lapangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian serta memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertanian, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dan PG Prajekan.

Di sisi lain, perkembangan sektor pergulaan Bondowoso menunjukkan tren yang positif. Pada musim giling tahun 2026, PG Prajekan menargetkan produksi gula mencapai 5,5 juta kuintal dengan rendemen rata-rata 7,62 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Melalui program peremajaan dan pengembangan tebu yang terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis mampu meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, memperkuat pasokan gula nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.
Ahmedabad