Menu Baru! Telur Dadar Saus Jadi Favorit, Siswa Lahap Nikmati Menu Bergizi SPPG Tamansari
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO, Jaringan Kita – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari kembali menghadirkan inovasi menu yang disambut antusias oleh ribuan penerima manfaat. Sajian terbaru dengan komposisi gizi lengkap membuat siswa terlihat lahap menikmati makanan yang disediakan, Selasa (21/7). Menu yang disajikan tidak hanya menggugah selera, tetapi juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.
Dalam menu hari ini, SPPG Tamansari menyajikan nasi putih, telur dadar saus, kacang merah, sayur jagung dan buncis, nugget, serta buah leci. Kombinasi tersebut dinilai seimbang karena mengandung karbohidrat, protein, lemak, hingga serat yang cukup. Tak heran, menu ini mendapat respons positif dari para siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB hingga SMA.
Tercatat sebanyak 2.907 penerima manfaat menikmati menu tersebut. Mereka berasal dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk TK, SD, hingga SMK di wilayah Tamansari dan sekitarnya. Selain sekolah, layanan ini juga menjangkau sejumlah posyandu, sehingga manfaat program semakin luas dirasakan masyarakat.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Tamansari, Savana, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan inovasi menu agar tidak monoton. Menurutnya, variasi menu menjadi kunci agar anak-anak tidak bosan dan tetap semangat mengonsumsi makanan bergizi setiap hari.
“Kami melihat langsung bagaimana siswa sangat menikmati menu hari ini. Hampir semuanya habis tanpa sisa,” ujarnya.
Savana menambahkan, penyusunan menu tidak dilakukan sembarangan. Setiap sajian telah melalui perhitungan kandungan gizi, baik untuk porsi besar maupun porsi kecil.
Untuk porsi besar, kandungan energi mencapai 607,8 kkal dengan protein 23,97 gram. Sementara porsi kecil tetap memenuhi standar dengan energi 393,2 kkal dan protein 22,31 gram.
Menariknya, SPPG Tamansari juga membuka ruang partisipasi dari siswa. Mereka diperbolehkan memberikan masukan atau request menu yang diinginkan. Hal ini dilakukan agar program tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga melibatkan penerima manfaat secara langsung dalam menentukan variasi makanan yang disajikan.
“Ke depan kami akan terus menampung usulan dari siswa. Selama masih sesuai standar gizi, tentu akan kami pertimbangkan,” tambah Savana.
Dengan pendekatan ini, diharapkan program SPPG tidak hanya meningkatkan asupan gizi, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat yang menyenangkan bagi anak-anak di Bondowoso.