MTsN 4 Bondowoso Pastikan MBG Sangat Dibutuhkan Siswa, Video Viral Dinilai Tak Gambarkan Fakta Utuh
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Di tengah beredarnya video yang menarasikan dugaan pembuangan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), MTsN 4 Bondowoso justru menegaskan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswanya. Pihak sekolah memastikan peristiwa yang terekam dalam video tidak dapat dijadikan gambaran utuh pelaksanaan MBG di sekolah.
Kepala MTsN 4 Bondowoso, Dra. Qurniatul Fathiyah, mengatakan pihaknya merasa prihatin karena video yang beredar telah membentuk opini seolah-olah sekolah maupun peserta didik menolak Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program pemerintah pusat.
Menurutnya, fakta yang terjadi di lapangan justru menunjukkan bahwa program tersebut sangat membantu kebutuhan gizi siswa.
"Kami sangat menyayangkan adanya video dengan framing negatif yang membuat sekolah seolah-olah menolak Program Makan Bergizi Gratis. Padahal kami sangat membutuhkan program ini," kata Erna, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) saat distribusi makanan MBG mengalami keterlambatan. Penyebabnya bukan berasal dari pihak sekolah maupun penyedia makanan, melainkan karena akses jalan menuju MTsN 4 Bondowoso ditutup akibat agenda kunjungan Wakil Menteri di Desa Lombokulon, Kecamatan Wonosari.
Selain penutupan jalan, halaman sekolah juga digunakan sebagai area parkir kendaraan tamu sehingga lalu lintas di sekitar sekolah menjadi padat.
Erna mengatakan, penyedia MBG telah menginformasikan keterlambatan pengiriman melalui pesan WhatsApp kepada pihak sekolah sebelum makanan tiba.
Sementara itu, karena jam istirahat telah berlangsung, sebagian siswa memilih membeli makanan di koperasi sekolah agar tetap bisa makan siang.
Ketika paket MBG akhirnya datang, sebagian siswa sudah tidak lagi dalam kondisi lapar sehingga hanya menghabiskan sebagian makanan yang diterima.
"Ketika MBG datang, kemungkinan sebagian anak-anak sudah kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanya sebagian dan tidak sampai habis," ujarnya.
Qurniatul membantah narasi yang menyebut makanan tersebut sengaja dibuang. Ia menjelaskan seluruh sisa makanan dikumpulkan oleh pihak sekolah dan kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ayam oleh beberapa guru yang memelihara ternak.
"Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar," tegasnya.
Lebih lanjut, Dra. Qurniatul Fathiyah mengungkapkan masih ada siswa yang datang ke sekolah tanpa sempat sarapan. Bahkan, pada upacara bendera hari Senin masih ditemukan peserta didik yang pingsan karena belum makan sebelum berangkat ke sekolah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki manfaat besar bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Karena itu, MTsN 4 Bondowoso menyatakan mendukung penuh keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis serta mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi peserta didik.
Di akhir keterangannya, Qurniatul mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui keseluruhan kronologi. Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Bondowoso.
Tags:
Daerah