ZoyaPatel

Syaiful Anam Kukuhkan Pengurus JMSI Banyuwangi, Tekankan Profesionalisme Perusahaan Pers

Mumbai
Banyuwangi, (JaringanKita.Id) – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Santika Banyuwangi, Kamis (30/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara perusahaan pers, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah melalui jurnalisme yang profesional.

Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua Pengurus Daerah JMSI Jawa Timur Syaiful Anam, didampingi Wakil Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas Jay Wijayanto serta Sekretaris JMSI Jawa Timur Purna Budi Nugraha. Turut hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Rahmat Kurniawan, CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, Kepala OJK Jember Aris Budiman, jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi pers, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.

Dalam kepengurusan yang baru, Subahrodin Yusuf dipercaya memimpin JMSI Banyuwangi sebagai ketua dengan Dedi Jumhardiyanto sebagai sekretaris. Kepengurusan tersebut akan menjalankan amanah organisasi untuk periode 2026–2031.

JMSI yang merupakan organisasi perusahaan pers konstituen Dewan Pers diharapkan mampu menjadi wadah bagi perusahaan media siber untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas jurnalistik, sekaligus memperkuat ketahanan industri media di tengah perkembangan teknologi informasi.

Rangkaian pengukuhan juga diisi dengan workshop bertema "Menakar Peran Media dan Regulator dalam Investasi di Daerah" yang menghadirkan CEO Promedia Group Agus Sulistriyono dan Kepala OJK Jember Aris Budiman sebagai narasumber. Diskusi tersebut membahas pentingnya kolaborasi media dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Ketua Pengda JMSI Jawa Timur Syaiful Anam menegaskan bahwa perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI harus terus menjaga kualitas pemberitaan, memperkuat kelembagaan, serta membangun kemandirian usaha agar mampu menghadapi tantangan industri media yang terus berubah.

"Kita hibahkan hidup ini melalui media untuk kesejahteraan warga Banyuwangi," ujar Syaiful Anam.

Menurutnya, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab mengangkat potensi daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat.

"Media pers anggota JMSI Banyuwangi bertindak sebagai mitra strategis pemerintah dan stakeholder yang lain untuk mempromosikan pariwisata, mengangkat produk UMKM lokal, membangun citra positif daerah, dan mengawal transparansi kebijakan publik," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai media memiliki kontribusi besar dalam menyampaikan hasil pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi dan capaian pemerintah tidak akan memberikan dampak luas apabila tidak dikomunikasikan melalui pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab.

"Kita punya banyak kegiatan, banyak prestasi, banyak inovasi. Tapi kalau tidak diberitakan, masyarakat tidak akan tahu. Sebaliknya, kalau yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, kepercayaan publik juga akan hilang," ungkap Ipuk.
Ia menambahkan, kemajuan Banyuwangi selama ini tidak hanya ditopang oleh program pemerintah, tetapi juga oleh peran media yang aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat secara objektif dan berimbang.

"Bagi kami, media bukan hanya mitra untuk menyiarkan informasi. Media adalah partner pembangunan. Maju atau tidaknya daerah juga dipengaruhi oleh bagaimana media menjalankan perannya," tegasnya.

Ketua JMSI Banyuwangi Subahrodin Yusuf menyatakan pihaknya siap membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, hingga sesama perusahaan media. Menurutnya, sinergi menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem media sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"JMSI Banyuwangi tidak menutup pintu kerja sama, kami siap berkolaborasi. Eksekusinya tidak harus di meja birokrasi. Karena ide dan gagasan yang rumit justru mudah diurai lewat ngopi," pungkasnya. (Rif)
Ahmedabad